Pangian.desa.id — Kabar membanggakan datang untuk Nagari Pangian. Nagari ini resmi ditetapkan sebagai salah satu Nagari Binaan Universitas Andalas (Unand), setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat. Penetapan tersebut ditandai dengan kehadiran Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, dalam Workshop Daerah Binaan Universitas Andalas yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand, pada Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan workshop ini dibuka langsung oleh Ketua LPPM Unand, Prof. Dr. Marzuki, dan dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, Ak., serta para dosen pendamping yang terdiri dari guru besar dan doktor dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Andalas. Suasana kegiatan berlangsung serius namun penuh optimisme, menandai dimulainya kerja kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintahan nagari.
Nagari Pangian terpilih sebagai salah satu dari 16 nagari/desa/kelurahan se-Sumatera Barat yang lolos sebagai daerah binaan. Sebelumnya, tercatat sekitar 600 nagari mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 nagari lolos tahap administrasi, kemudian diseleksi kembali melalui tes wawancara, hingga akhirnya diverifikasi langsung oleh tim LPPM Universitas Andalas.
Di Kabupaten Tanah Datar sendiri, hanya tiga nagari yang berhasil lolos dalam program bergengsi ini, yaitu Nagari Pangian (Kecamatan Lintau Buo), Nagari Pariangan, dan Nagari Panyalaian (Kecamatan X Koto). Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pangian.
Program Nagari Binaan Universitas Andalas dirancang untuk memberikan pendampingan yang terukur dan berkelanjutan selama tiga tahun ke depan. Pendampingan akan mencakup berbagai aspek pembangunan nagari berbasis riset, sains, dan kebutuhan riil masyarakat.
Ketua LPPM Unand, Prof. Dr. Marzuki, menegaskan bahwa Universitas Andalas sungguh-sungguh dalam melakukan pembinaan terhadap nagari terpilih.
“Nagari yang terpilih telah melalui proses yang panjang. Nantinya, pemerintahan nagari akan menyusun peta jalan pembinaan bersama koordinator pendamping untuk merumuskan program pembinaan di nagari binaan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, menyampaikan bahwa Unand ingin hadir dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan nagari akan dilakukan berbasis ilmu pengetahuan dan berorientasi jangka panjang.
“Ini bukan hanya proyek yang kemudian ditinggalkan begitu saja, tetapi akan dilaksanakan dalam bentuk kerja sama yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Penetapan Nagari Pangian sebagai Nagari Binaan Universitas Andalas diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong pembangunan nagari yang lebih terarah, berbasis data, dan berkelanjutan, dengan dukungan keilmuan dari sivitas akademika Universitas Andalas.
(hijrah)Pangian.desa.id — Kabar membanggakan datang untuk Nagari Pangian. Nagari ini resmi ditetapkan sebagai salah satu Nagari Binaan Universitas Andalas (Unand), setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat. Penetapan tersebut ditandai dengan kehadiran Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, dalam Workshop Daerah Binaan Universitas Andalas yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand, pada Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan workshop ini dibuka langsung oleh Ketua LPPM Unand, Prof. Dr. Marzuki, dan dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, Ak., serta para dosen pendamping yang terdiri dari guru besar dan doktor dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Andalas. Suasana kegiatan berlangsung serius namun penuh optimisme, menandai dimulainya kerja kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintahan nagari.
Nagari Pangian terpilih sebagai salah satu dari 16 nagari/desa/kelurahan se-Sumatera Barat yang lolos sebagai daerah binaan. Sebelumnya, tercatat sekitar 600 nagari mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 nagari lolos tahap administrasi, kemudian diseleksi kembali melalui tes wawancara, hingga akhirnya diverifikasi langsung oleh tim LPPM Universitas Andalas.
Di Kabupaten Tanah Datar sendiri, hanya tiga nagari yang berhasil lolos dalam program bergengsi ini, yaitu Nagari Pangian (Kecamatan Lintau Buo), Nagari Pariangan, dan Nagari Panyalaian (Kecamatan X Koto). Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pangian.
Program Nagari Binaan Universitas Andalas dirancang untuk memberikan pendampingan yang terukur dan berkelanjutan selama tiga tahun ke depan. Pendampingan akan mencakup berbagai aspek pembangunan nagari berbasis riset, sains, dan kebutuhan riil masyarakat.
Ketua LPPM Unand, Prof. Dr. Marzuki, menegaskan bahwa Universitas Andalas sungguh-sungguh dalam melakukan pembinaan terhadap nagari terpilih.
“Nagari yang terpilih telah melalui proses yang panjang. Nantinya, pemerintahan nagari akan menyusun peta jalan pembinaan bersama koordinator pendamping untuk merumuskan program pembinaan di nagari binaan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, menyampaikan bahwa Unand ingin hadir dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan nagari akan dilakukan berbasis ilmu pengetahuan dan berorientasi jangka panjang.
“Ini bukan hanya proyek yang kemudian ditinggalkan begitu saja, tetapi akan dilaksanakan dalam bentuk kerja sama yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Penetapan Nagari Pangian sebagai Nagari Binaan Universitas Andalas diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong pembangunan nagari yang lebih terarah, berbasis data, dan berkelanjutan, dengan dukungan keilmuan dari sivitas akademika Universitas Andalas.
(hijrah)
Depi Peringki.SKM.M.KM
19 November 2024 06:57:23
Good joob pak wali..lanjutkan pembangunan buat masyarakat.rangkul semua unsur yang ada.bersama kita bisa...